Make Me Strong - Sami Yusuf

Tuesday, September 7, 2010

Atheist Professor vs Faithful Student


Faith vs Atheist


An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem science has with God, The Almighty.
He asks one of his new students to stand and.....

Prof:
So you believe in God?

Student:
Absolutely, sir.

Prof:
Is God good?

Student:
Sure.

Prof:
Is God all-powerful?

Student:
Yes..

Prof:
My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him.
Most of us would attempt to help others who are ill.
But God didn't. How is this God good then? Hmm?
(Student is silent.)

Prof:
You can't answer, can you?
Let's start again, young fella.
Is God good?

Student:

Yes.

Prof:
Is Satan good?

Student:
No.

Prof:
Where does Satan come from?

Student:
From....God. ..

Prof:
That's right.
Tell me son, is there evil in this world?

Student:
Yes.

Prof:
Evil is everywhere, isn't it?
And God did make everything, Correct?

Student:
Yes.

Prof:
So who created evil?
(Student does not answer.)

Prof:
Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness?
All these terrible things exist in the world, don't they?

Student:
Yes, sir.

Prof:
So, who created them?
(Student has no answer.)

Prof:
Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you.
Tell me, son...Have you ever seen God?

Student:
No, sir.

Prof:
Tell us if you have ever heard your God?

Student:
No, sir.

Prof:
Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God?
Have you ever had any sensory perception of God for that matter?

Student:
No, sir. I'm afraid I haven't.

Prof:
Yet you still believe in Him?

Student:
Yes.

Prof:
According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your 'GOD' doesn't exist.
What do you say to that, son?

Student:
Nothing. I only have my faith.

Prof:
Yes, Faith. And that is the problem science has.

Student:
Professor, is there such a thing as heat?

Prof:
Yes.

Student:
And is there such a thing as cold?

Prof:
Yes.

Student:
No sir. There isn't.
(The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)

Student:
Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat..
But we don't have anything called cold.
We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can't
go any further after that.
There is no such thing as cold.
Cold is only a word we use to describe the absence of heat.
We cannot measure cold.
Heat is energy.
Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it .
(There is pin-drop silence in the lecture theatre.)

Student:
What about darkness, Professor?
Is there such a thing as darkness?

Prof:
Yes. What is night if there isn't darkness?

Student :
You're wrong again, sir.
Darkness is the absence of something.
You can have low light, normal light, bright light, flashing light....
But if you have no light constantly, you have nothing and it's called darkness, isn't it? In reality, darkness isn't.
If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?

Prof:
So what is the point you are making, young man?

Student:
Sir, my point is your philosophical premise is flawed.

Prof:
Flawed? Can you explain how?

Student:
Sir, you are working on the premise of duality.
You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God.
You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure.
Sir, science can't even explain a thought..
It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.
To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.
Death is not the opposite of life: just the absence of it.
Now tell me, Professor.
Do you teach your students that they evolved from a monkey?

Prof:
If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.

Student:
Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?
(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)

Student:
Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher? (The class is in uproar.)

Student:
Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain?
(The class breaks out into laughter.)

Student:
Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it?
No one appears to have done so.
So, according to the established rules of empirical, testable, demonstrable protocol, science says that you have no brain, sir.
With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
(The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable. )

Prof:
I guess you'll have to take them on faith, son.

Student:
That is it sir... The link between man & god is FAITH.
That is all that keeps things moving & alive.

copied from: http://rubbertapperz.blogspot.com

Sunday, September 5, 2010

Gurindam Melayu Hebat Penuh Berekat

Assalamualaikum...Gurindam ini saya temui di blog saudara Al-Semantani...
Silalah jemput menghayati sambil menghargai keturunan bangsa Melayu kita ini
Kata Hang Tuah"Tidak Melayu Hilang Di dunia"

Bangsa Melayu pernah kuat,
Buka tanah guna tulang empat kerat,
Masih sempat berbini empat,
Tongkat Ali jamu khasiat.

Bangsa Melayu pernah digentar,
Ular, harimau ditepuk tampar,
Kerisnya bisa, silatnya gempar,
Amuk Melayu, bumi bergegar.
Orang Melayu pernah gagah,
Berkaki ayam, hutan diredah,
Pernah cuba diganyang penjajah,
Melayu mengamuk, jihad sabilillah!!

Bangsa Melayu pernah berdaulat,
Terbilang merata, kesultanannya hebat,
Tujuh bangsa penjajah cuba menempat,
Dengan kudrat semua dihambat!!

Bangsa Melayu bangsa keramat,
Nabi (saw) pernah beri amanat,
Buat dakwah, nun di bumi berekat,
Di akhir masa, ramai wali hebat.

Bangsa Melayu bangsa hikmat,
Sejarah Melayu tertera riwayat,
Nabi (saw) pernah beri alamat,
Raja Melaka mendapat hidayat.

Bangsa Melayu tak makan saman,
Agama dijunjung zaman-berzaman,
Wali Melayu penuh kehebatan,
Karamah, barakah, jadi pakaian.

Bangsa Melayu penuh daulah,
Halusi sahaja kisah sejarah,
‘Wa’ad’ Melayu jangan disanggah,
Sanggah wa’ad, mendapat ‘tulah’.

Tanah Melayu pernah berekat,
Raja dan rakyat sentiasa muafakat,
Alim-ulamak mendapat tempat,
Bumi bertuah, terbilang sejagat.

Bumi Melayu pernah berekat,
Tempat tumpuan ulamak sejagat,
Madrasah & pondok merata tempat,
Menjana insan unggul dan hikmat.

Tanah Melayu intinya hebat,
Bumi zuriat Nabi, itulah kudrat,
Kesultanan Melayu hampir padat,
Pancaran Nabi (saw), penuh keramat.

Bumi Melayu pernah terbilang,
Sejarah rajanya penuh gemilang,
Turunan penjajah, entah mana menghilang,
Turunan Raja Melaka, tetap ditatang.

Melayu pernah berilmu dan berbudaya,
Beribu manuskripnya tersimpan merata,
Dikaji selidik sarjana sedunia,
Kalau sangsi, tanyalah Arkib Negara.

Bangsa Melayu halus seninya,
Hayati warisan persuratannya,
Syair seloka sungguh indahnya,
Pertukangan, sulaman, tiada taranya.

Berkurun Melayu junjung agama,
Adat dijaga bersama-sama,
Bangsa Melayu harum namanya,
Rahmat Allah dimana jua.

Bangsa Melayu usah alpa,
Warisan bangsa bukan sehari dua,
Pusaka Melayu enam kurun lamanya,
Menyimpan sejarah nenek moyang kita.

Orang Melayu usah goyah,
Propaganda bohong supaya kita melatah,
Ungkapan ‘Melayu lemah’ semata tohmah,
Strategi musuh menebar fitnah.

Sejarah Melayu sebenarnya hebat,
Namun dicemar Inggeris keparat,
Propaganda bohong itulah hakikat,
Namun Melayu termasuk jerat.

Jatidiri Melayu sebenarnya kuat,
Bangsa Melayu sebenarnya berdaulat,
Silap Melayu membuang adat,
Silap rajanya membuang muafakat.

Bukan baru musibah Melayu,
Telah bermula sekurun nan lalu,
Serangan musuhnya bertalu-talu,
Sehingga bangsa menjadi terkedu.

Melayu mula ditimpa musibah,
Pabila Inggeris datang menjajah,
Adat dibuang, agama disanggah,
Akhirnya Melayu, mendapat ‘tulah’.

Sekian lama Melayu jadi sasaran,
Sejarah, jatidirinya jadi serangan,
Musuh luar dan musuh dalaman,
Mungkinkah tersirat suatu ramalan?

Melayu kini resah gelisah,
Namun jelas hakikat sejarah,
Mungkinkah tersirat, sebalik musibah,
Melayu pencetus kebangkitan ummah?

Ingatlah pesanan junjungan Rasulullah (saw),
Panji hitam dari timur, bumi karamah,
Bangsa Melayu usah menyerah,
Cari kekuatan dari sejarah.

Sejarah Melayu sebenarnya hebat,
Jatidiri Melayu sebenarnya kuat,
Bumi ahlul-bait itulah kudrat,
Umarak ulamak kuncinya terletak!

Laksamana Hang Tuah gagah orangnya,
Berguru, bertarikat, berisi dirinya,
Jangan perlekeh riwayat firasatnya
‘Takkan Melayu hilang didunia’!!

Kenapa Melaka Tewas di Tangan Portugis? Satu Keraguan

Perang Melaka Dan Portugis

oleh: Al-Semantani

http://lokalgenius.blogspot.com

Sejak di sekolah rendah kita diajar tentang kekalahan empayar Melayu Melaka ke tangan bangsa Portugis pada tahun 1511. Tidakkah anda tertanya-tanya mengapa begitu mudah empayar sebesar dan segagah itu telah tumbang, seolah-olah tiada langsung perlawanan. Buku-buku rujukan sekolah hanya memberitahu bahawa sebab utama kekalahan kita ialah persenjataan yang tidak seimbang. Kononnya bangsa kita hanya berjuang dengan keris, pedang dan lembing sahaja. Tambahan lagi kononnya Melaka tiada senjata mariam dan senjata api jika adapun ianya tidak setanding dengan Portugis. Betapa bebalnya orang melayu yang yang tidak mengenal mariam dan senjata api. ini antara tektik penjajah mahu meracuni bangsa Melayu, kononnya lemah, tidak berpengetahuan dan bodoh.

Masakan tidak! Sebuah empayar yang besar dan sangat terkenal bukan sahaja di Asia malahan seluruh dunia tidak mengenali senjata api? Sedangkan bangsa pertama yang diketahui mencipta bahan bakar senjata api ialah bangsa Cina dan bangsa Cina telah menjalankan kegiatan perdagangan dengan Kawasan Nusantara sejak awal kewujudan tamadun mereka lagi. Manakala bangsa Arab yang terkenal membangunkan senjata api yang diambil teknologinya dari China itu juga diketahui umum sudah menjalankan dan perdagangan dengan Kerajaan-kerajaan Nusantara sejak sebelum Kelahiran nabi Muhammad lagi. Mana mungkin kerajaan yang di kagumi oleh orang-orang eropah yang mengatakan bahawa Melaka lebih kaya daripada Venice tidak mempunyai maklumat atau pengetahuan langsung mengenai senjata api. itu tidak masuk akal!!!

Sebenarnya persoalan ini sudah lama bermain di minda saya, seingat saya ialah sejak saya sekolah rendah lagi. Jika anda masih ingat di sekolah rendah kita diajar oleh guru bahawa Melaka kalah hanya kepada 1300 orang tentera Portugis sedangkan Melaka mempunyai lebih daripada 20 000 tentera termasuk tentera upahan dari seluruh pelusuk Asia. Sewaktu di sekolah menegah pula saya pernah bertanya kepada salah seorang guru sejarah, bagaimana Melaka boleh kalah, dan jawapanya ialah keranan orang Melayu zaman itu tidak ada pengetahuan dan tiada senjata api maka dengan mudah Portugis mengalahkan kita...bagi saya jawapan itu amat jahil bagi seorang guru! Maaf jika saya kurang hajar disini tetapi sememangnya kebanyakan guru sejarah di Malaysia ini sebenarnya agak buta sejarah rupanya. Mungkin mereka hanya mengajar sejarah kerana terpaksa dan tidak kisah samaada fakta sejarah itu benar atau salah, bak kata pepatah bagai melepaskan batuk di tangga.

Seorang lagi guru sewaktu saya berada dalam tingkatan enam pernah mengatakan bahawa betapa bodoh dan jakunnya orang Melayu pada zaman Melaka, kerana sewaktu Portugis menyerang dengan meriam mereka, orang Melayu Melaka amat terperanjat dan mengaggap orang Portugis menggunakan sihir. Menurut beliau lagi, beliau membaca kisah tersebut di dalam hikayat Hang Tuah. Bagi saya, Hikayat Hang Tuah bukanlah sebuah karya sejarah yang mutlak kerana ia adalah karya historical -fictif. Kebanyakan daripada isi kandungan Hikayat tersebuat adalah mitos dan lebih kepada sebuah karya satera dan bukan karya sejarah. Malahan sebenarnya ilmu masyarakat melaka mengenai senjata api adalah setanding dengan orang Barat. Hal ini dapat dibuktikan dengan catatan Portugis sewaktu berlakunya perang melaka. Menurut catatan ini selepas Melaka berjaya ditawan, tentera Portugis telah berjaya merampas lebih kurang 3000 pucuk senjata api yang berupa meriam, lantakas, istinggar dan bermacam-macam lagi. Alfonso de Albuquerque juga dikatakan telah merampas sebuah meriam yang sangat besar serta mengagumkan dan meriam ini telah diberikan sebagai hadiah kepada raja kerajaan india yang telah membantu Portugis dalam serangan ke atas Melaka.


Persoalan yang timbul dan perlu dikaji amat banyak. adakah cara berperang masyarakat Melayu zaman itu betul-betul barbarian? kalau cara barbarian, bagaimana dapat mewujudkan empayar yang sekuat itu sehingga diakui oleh negara China dan dapat mengalahkan serangan Siam (Thai). Ingin saya beritahu disini bahawa Pada zaman Dinasti Ming China, Maharaja China telah menerima kedatangan sultan Melaka iaitu sultan Muzaffar Syah dan melayan baginda dan seluruh ahli rombongan mereka demgan layanan yang amat grand. selain itu catatan China juga ada menyatakan bahawa Maharaja China menghadiahkan cop mohor,Jubah Kuning Maharaja dan Payung Obor-obor sebagai tanda menerima kedaulatan Melaka dan Sultannya. Sultan Melaka juga dihantar pulang dengan hadiah yang berupa sutera, emas perak dan sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahawa Kerajaan Melayu Melaka pada waktu itu adalah sebuah kerajaan yang amat penting, kaya dan bertamadun. Jika tidak masakan kerajaan China sanggup melayan sebuah kerajaan dan bangsa yang dikatakan barat sebagai tidak bertamadun dan barbarian. Seperti yang kita tahu, Maharaja China mempunyai pandangan yang amat berbeza dan rigid dalam membezakan diantara sebuah bangsa bertamadun dan bangsa barbarian, malahan orang eropah pada zaman dinasti Qing dinggap sebagai bangsa yang tidak bertamadun malahan Kerajaan China tidak membenarkan sebarang hubungan dengan mereka. Selain itu Melaka juga adalah tanah naungan kerajaan Turki Uthmaniah diakui sebagai penguasa sebelah timur, juga bertindak sebagai penyebar agama Islam. dikatakan kerajaan turki ada mengirim bantuan, tetapi sayang dihancurkan di lautan sebelum sampai ke Melaka!


terlalu banyak rahsia bekas kerajaan silam yang telah dan masih perlu dicari demi membuktikan bahawa ummat Melayu Nusantara adalah bangsa yang amat hebat di zaman silam. bangsa Melayu adalah satu bangsa yang amat mahir dengan dunia pelayaran dan amat pandai bermain dengan lautan. Bangsa Melayu memiliki kapal besar yang mampu belayar di lautan lepas. bangsa Melayu cukup mahir dengan ilmu di lautan seperti rahsia penentuan utara, selatan, timur dan barat. begitu juga dengan rahsia tiupan angin.



Kini sebahagian anak-anak Melayu seolah-olah telah diracun bahawa yang lebih moden, lebih hebat, lebih bijak adalah orang Inggeris si bangsa penjajah. Kononnya segala macam ilmu pengetahuan adalah berasal dari sana dan kononnya kalau menguasai bahasa Inggeris menujukkan kebijaksanaan. Bahasa Melayu dan tulisan jawi makin kurang diketahui dan makin terpinggir . Pendek kata kita bukan lagi memperkasa bahasa Melayu kita malah telah memperkosanya apabila kita mencampur adukkan bahasa Melayu dengan bahasa inggeris!

Insyaallah perbincangan mengenai kegemilangan Melaka dan keupayaan bangsa Melayu dalam ilmu peperangan akan dibincangkan dalam topik yang lain kemudian. Masih banyak lagi yang tidak diketahui oleh masyarakat Melayu dan bukan Melayu di luar sana mengenai kehebatan bangsa Melayu dalam ilmu perang. sekian buat masa ini.

Dicatat oleh Al Semantani di 01:32